Sunday, March 29, 2015

The Urban Mama Event "Healthy Skin, Happier Mama"

        Another busy saturday. Setiap weekend selalu saya niatkan untuk "me time" diluar rumah. Entah pengajian, janjian sama teman, ikut event, hunting kuliner, atau sekedar jalan-jalan sama suami. Pokoknya g boleh jadi sayur (baca: tidak melakukan apa-apa) dirumah hehe. Bukan apa-apa, saya cuma merasa tidak punya kehidupan selain dikantor, dan itu tidak sehat. Saya g mau cuma punya inner circle lingkungan pertemanan yang itu itu aja. Taunya cuma teman 1 kantor. G berkembang jadinya. Sedih banget pengajian bulan ini g bisa datang karena ada pendidikan dikantor 2 minggu berturut-turut di hari sabtu. Oh berasa kering banget mental spiritual diri ini haha lebay tapi beneran. Sedih banget.

        Sabtu ini karena suami di Jogja, saya harus punya kesibukan biar g bengong dirumah. Alhamdulillah i know this interesting event by The Urban Mama. Pas baca ada YOGA nya langsung buru-buru daftar dan transfer sebelum pulang kantor jumat malem. Sejak bekerja, saya sama sekali tidak pernah olahraga. Alasan klasik: males, capek pulang kantor, dan sibuk nih *toyorrr* Saat Jakarta lagi demam lari, saya sama sekali g tertarik, karena lari itu capek, ngos2an, bikin jantung deg2an, perut sakit, dan keringetan. Saya cuma suka olahraga yang santai dan g capek: berenang, yoga, dan jalan santai di mall. Nah yang terakhir ini yang paling sering saya lakukan :))

        Sabtu pagi langsung semangat cuz ke conclave. Berbekal gps di hp yang suaranya disetel kenceng banget, berangkatlah saya. Jalan menuju tempat acara macet banget karena jalanan pada diperbaiki. Gak sia-sia saya berangkat pagi, jadi bisa sampai tempat acara 15menit sebelum jadwal mulai. Sebenernya alesan utamanya si biar gampang parkirnya, karena drama cari parkir itu sungguh membuat badmood.

        Sampai di tempat acara masi sepiii but its okey, saya ngeteh manis dulu gegara perut keroncongan khilaf belom sarapan. Yang menyenangkan dari join event adalah, selain materinya memang saya tertarik, juga banyak teman baru. Hari ini aja saya kenalan sama mbak kori, mbak karisma, trus g berapa lama kemudian muncul mb nuke dan mb yeye *asiiik*, dan terakhir saya ketemu sama kakak kelas jaman SMA di Surabaya, teman ekskul karate, yang sekarang udah jadi mamah muda anak 2 yang cantiiiik banget, mb indah. Tuh kan menyambung silaturahmi itu nyenengin sist.


        Too bad, acaranya molor kayak karet kendor. Untungnya dapet snack chicken kariage sama pisang goreng manis yang bikin hati hangat. Sambil mingle sama temen2, crita2, baru deh acaranya mulai. Too bad jilid 2, karena full pake GPS batre hp jadi low dan mati total huhuhu jadi g bisa foto2. Untung mb nuke bawa charger jadi selama acara hp di charge dengan harapan bisa foto2 setelahnya.

        Sesi pertama dibuka sama mb Ninit Yunita (Aditya Mulya's wife), penulis buku kece, sekaligus pelari, sekaligus founder dari The Urban Mama. Lalu perwakilan dari Bio Oil. Speaker pertama adalah dr.Vania Satriadi, dokter cantik yang lagi ambil spesialis bedah kosmetik dan estetika di UI, mamah muda anak 2 juga, keren lah pokoknya. Sesi ini banyak ngebahas tentang kulit dan seputar perawatannya. Sesi kedua dari manager product nya Bio-oil, penjelasan produk. Sesi terakir ini yang paling saya tungggu-tunggu. Yogaaa. Kali ini instrukturnya namanya mbak Tia pratignyo. Saya g nyangka banget lhooo wanita mungil yang duduk depan saya itu instrukturnya. A.w.e.s.o.m.e. Apalagi pas tau dia udah punya anak 1 tapi badannya masi kece gitu. Langsung semangat yoga nya.

        Tia menjelaskan sesinya dengan sangat menyenangkan. Saya aja bisa fokus banget dan g bosen2nya dengerin tiap speech-nya. Beberapa hal yang saya bisa sharing tentang prenatal yoga:
1. Pertama, tujuan prenatal yoga selain untuk menyeimbangkan mind, body, and soul, juga memudahkan persalinan sehingga tiap bunda bisa menikmati pengalaman melahirkan secara menyenangkan. Bahkan beberapa bunda bisa sangat beruntung sampai bisa mengalami orgasme saat persalinan. What?? Really?? Mauuu (lohlohloh)
2. Inti dari prenatal yoga ada 3: breathing (mengatur pernapasan), movement (bergerak aktif), dan relaxation (relaksasi)
3. Breathing (pernapasan) sendiri terbagi 5 jenis:
a. nafas alami : pernafasan normal sehari-hari
b. nafas perut :dalam yoga disarankan selalu menggunakan pernapasan perut
c. nafas ombak : pada saat menghembuskan nafas sambil bersuara seperti hembusan ombak (shyuuuuu *sambil bibir sedikit maju*)
d. nafas lega : menghembuskan nafas sambil bersuara lega (haaaah *suara habis jalan kaki seharian lalu lepas high heels*) haha perumpamaan saya aneh g si? smoga yang baca paham ;p
e. nah yang 1 lagi ini sumprit saya lupa. nanti deh kalo inget ditulis *nyengirr*

        Selain itu buat para bumil diluar sana, selalu ingat bagaimanapun aktifitas anda, lakukanlah dengan kedua kaki secara bersamaan. Mulai dari posisi tidur lalu bangun, jangan langsung main bangun aja, kasiannn perutnyaaa. Ingat, dari posisi tidur terlentang hadap samping kanan/kiri dulu, lalu dibantu tangan menopang tubuh untuk bangkit duduk. Nah dari posisi duduk ke berdiri gimana? ambil posisi bersimpuh dengan kedua lutut, lalu angkat badan bertumpu di kedua lutut, lalu ke posisi jongkok, baru berdiri barengan kedua kaki. Mau ambil barang jatuh juga sama harus bertumpu dikedua kaki. Sipkan.

        Lalu para bunda wannabe juga harus pandai2 membedakan teriakan yang baik dan benar dan membantu memperlancar persalinan. Jangan sekali2 teriak "keatas" (screaming) yang kalo kita lakukan rasanya kita bisa denger suara kita sendiri dikuping, mata sampai refleks menutup, dan kepala langsung tegang, dan g jarang rasanya kuping nguing2 dan kepala jadi TENG. Teriakan yang baik adalah teriak "kebawah" kayak teriakan lega tadi (heeeehh/ haaaaaah lega) bisa membantu merilekskan saraf.

        Dalam sesi prenatal yoga, selalu ada sugesti/ doa buat calon bayi di kandungan kita. Salah satu posisi yang g akan saya lupakan adalah duduk bersila, kedua tangan memegang perut sambil atur pernapasan, sambil melantunkan doa-doa terbaik untuk bayi kita. Agar bayi selalu sehat, turut merasakan kegembiraan ibundanya, lancar hingga persalinan. Kemudian salah satu tangan diletakkan didepan dada, tangan yang lain tetap memegang perut. Lalu rasakan dan alirkan cinta dan rasa sayang kita dari hati atas anugerah kehamilan ini, atas hadirnya si bayi yang menemani kita sepanjang hari didalam rahim, rasa bahagia, cinta, dan sayang dihati kita, kita biarkan mengalir bermuara kekandungan. And in this time, i was crying. Betapa indahnya kasih sayang dan cinta seorang ibu kepada anaknya. Dan saya tiba-tiba keingat ibu di rumah Surabaya. Kangen rasanya sama ibu. Sambil memejamkan mata, mengatur pernapasan, dengan tangan didada dan satunya di perut, saya berdoa dalam diam. Ya Allah izinkan saya merasakan indahnya menjadi seorang ibu, jika saat ini ada titik kecil calon benih di rahim saya, jadikanlah dia. Saya juga berdoa untuk ibu saya dirumah, lindungilah ibu selalu. Setelah itu kedua tangan diletakkan didada. Siapkanlah hati kita untuk selalu menerima, merasakan, dan memancarkan kebaikan, hal-hal positif. Lalu tangan keatas sambil ambil napas, inhale, kemudian tangan kesamping, bawah, hembuskan napas, exhale. Then when i open my eyes, i feel so light, calm, this is the most beautiful feeling i ever feel. And my tears falls. Aaah saya rasanya begitu terharu sekaligus bahagia.

        After yoga class, kita foto-foto bareng, lanjut lunch. Really Happy Saturday for me. Alhamdulillah, terima kasih Allah atas nikmat-Mu

Sunday, March 1, 2015

Pengajian with Laiqa Magazine "Healthy Go Lucky"

       Sabtu pagi, sejak awal tahun 2015 ini saya niatkan untuk ikut pengajian sebulan sekali. Saya merasa kurang banget nge-charge mind body soul biar balance antara bekerja mengejar duniawi dan ketenangan batin. Tapi sebagai anak muda, saya kurang tertarik yang pembahasannya "berat" dan "mikir" banget (haha dasarrr). Alhamdulillah ada pengajian hijabers community yang topik dan tema tiap bulannya menarik dan pop alias gue banget. Saya juga suka banget baca majalah-majalah wanita khususnya untuk segmentasi muslimah. Dari jaman dulu pas sekolah saya langganan majalah "Muslimah". Disitu saya pertama kenal dengan Dian Pelangi pas dia juara III lomba muslimah sampul majalah tersebut. Selain itu ada juga majalah "Alia" yang pembahasannya berbobot banget, dulu pusing bacanya, tapi sekarang jatuh cinta. Ada juga majalah "Anggun" dulu beli pas nyari referensi baju-baju nikah. Juga majalah "Noor" yang sampai sekarang masih eksis.

        Sekarang pilihan majalah muslimah semakin beragam seiring perkembangan fashion muslim di Indonesia. Saya mulai mengenal majalah "Annisa", "Hijabella", "Musmagz", "Scarf", dan "Laiqa". Pertama kali kenal majalah Laiqa pas first edition covernya Jenahara. Saya terpukau dengan desaign grafis majalah Laiqa yang keren. Kertasnya Lux. Harganya Rp 45.000. Awal beli karena adik saya yang minta nitip. Karena sayang adik, belilah saya. Sejak itu hingga saat ini edisi ke 14 saya koleksi semua karena suka. Jaman editor in chief nya masih Fifi Alvianto hingga sekarang Hanna Faridl, content majalah dan designnya tetap konsisten memukau. So, pas tahu majalah Laiqa mengadakan pengajian, dan lokasinya deket buanget sama rumah, here we go, bangun tidur langsung semangat ke Masjid Cut Mutia.

        Selain karena suka dengan majalah Laiqa, temanya juga menarik "Healthy Go Lucky". Tentang kesehatan. It is my concern too. Yang ngasih tausiah Ustadz Rahman dari Dompet Dhuafa dan Shireen Sungkar sebagai guest star. Karena dekat dari rumah saya sudah sampai disana ontime. Registrasi lancar. Dapet snack (Alhamdulillah soalnya blom sarapan) yang enak banget risol beef-mayo-cheese, roti coklat-keju, dan aqua. Duduk manislah saya didalam masjid sambil terkagum-kagum dengan arsitektur didalamnya. Masya Allah indah sekali. Hal lain yang saya sukai kalo ikut pengajian adalah, nambah teman baru. Kemarin samping kanan dan kiri saya kebetulan datang sendiri-sendiri juga jadi kita bertiga bisa mingle ngobrol-ngobrol seru, tuker-tukeran whats up, dan follow-follow an instagram. Alhamdulillah jadi nambah saudara.




        Topik pengajian kali ini adalah "At Thibbun Nabawi. Hidup Sehat ala Rasulullah SAW". Penasaran banget, kebetulan saya pernah beli buku yang judulnya sama. Pengajian dibuka dengan 1 pertanyaan "Siapa yang tahu, berapa kali Rasulullah SAW sakit sepanjang hidupnya?" Kita langsung bengong dan tebak-tebak buah manggis haha. Dan yaaa g ada yang bener *toyor*. Rasulullah SAW selama hidupnya hanya 2 kali sakit. Yang pertama karena diracun oleh wanita Yahudi, dan yang kedua saat menjelang Beliau wafat. Pertanyaan selanjutnya "Kalau kita, berapa kali sakit sampai dengan detik ini?" dan kemudian hening...



        Salah satu sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW untuk menjaga kesehatan adalah gemar mengonsumsi air zam-zam atau air putih, minimal 8 gelas sehari atau kurang lebih 2L. Selain itu, setelah makan, biasakan menjilati jari-jari tangan. Kenapa? karena kulit jari-jari tangan kita mengandung enzim yang apabila bercampur dengan air liur akan sangat bermanfaat bagi tubuh kita?. Ewww kan jorok tiaaa. Hellow lebih jorok mana makan pakai tangan kita sendiri atau pakai sendok yang bekas orang banyak yang cuci kering pakai ;p



        Selain menjaga segala asupan makanan dan minuman yang kita makan adalah HALAL, selain itu juga harus THAYIB, apa itu thayib? artinya baik bagi tubuh kita, mengandung zat bernutrisi dan penuh gizi. Contohnya, beberapa minuman bersoda yang beredar di masyarakat kebanyakan less nutrition dan lebih banyak merusak. Selain itu juga kita harus lebih aware dengan komposisi (ingredient) tiap makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Beberapa hal yang perlu kita pahami juga, jika dalam 1 toko bahan makanan disana juga di display daging babi, walaupun dalam booth/tenant yang terpisah, bisa dipastikan distribusinya barengan alias jadi 1 mobil box. Jadi, lebih baik dihindari. Juga apabila kita beli bahan pakaian/ aksesoris (sepatu, jaket, belt, tas, dll) perhatikan bahan kulitnya. Leather/kulit yang berasal dari babi, mempunyai ciri khusus yakni terdapat pori-pori 3 titik yang membentuk segitiga dan beraturan. Pas pengajian juga diputarkan video berbagai percobaan tentang makanan dan minuman yang berbahaya dikonsumsi oleh tubuh. Sepanjang pengajian saya hanya bisa terbengong-bengong menyadari betapa minimnya ilmu dasar Islam yang saya miliki, dan betapa selama ini saya begitu cuek dengan makanan dan segala hal yang melekat maupun masuk kedalam tubuh.



        Shireen Sungkar sharing tentang beberapa kebiasaan sehat yang dia anut. Termasuk melakukan teknik tahnik pada si ganteng Adam anaknya pada saat baru lahir. Apa itu tahnik? tahnik itu adalah ayah/ibu si bayi mengunyah buah kurma matang hingga halus dan lembut, kemudian di suapkan/ di tempelkan ke langit-langit si bayi sambil mendoakan. Buat saya yang awam, teknik ini kok aneh, bayi aja yang mpasi (makanan pendamping asi) baru diberikan setelah menginjak 6bulan pertama, ini baru lahir kok sudah mencerna buah kurma, terus habis dikunyahin pula sama bapaknya, apa g bahaya kalo ada virus2 nakal kan bisa ketularan, gitu batin otak saya berpikir keras. Masya Allah sunnah Rasulullah itu selalu mendatangkan kebaikan, bahkan beratus-ratus tahun sesudah Beliau wafat pun semakin banyak terbukti khasiatnya melalui beragam penilitian medis. Penjelasan yang masuk akal buat otak saya, bayi yang baru lahir seringnya kurang glukosa (that's why sering juga bayi kuning yang masuk inkubator), kurma manis yang mengandung banyak gula (glukosa) bercampur dengan enzim amilase yang berasal dari air liur hasilnya sangat bermanfaat untuk si bayi. Keren banget.

        Ohya satu lagi, buat ibu-ibu yang baru melahirkan dan mencoba menyusui pertama kalinya, coba perhatikan ASI pertama yang keluar yang biasanya berwarna kuning keruh semacam ampas susu kedelai yang didiamkan, itu namanya kolostrum. Jangan dibuang. Jangan disiasiakan setiap tetesnya. Itu adalah imunitas alamiah pertama buat bayi anda. 

        Well overall saya sangat bersyukur ikut pengajian ini. Banyak sekali ilmu baru yang masuk dalam khasanah pengetahuan saya. Mb Hanna Faridl selaku pimred alias editor in chief-nya Laiqa sempat speech juga diawal acara, serta perwakilan dari dompet dhuafa juga sharing tentang program pendidikan. Semuanya menarik dan bermanfaat. Oiya selesai acara Laiqa kasi oleh-oleh goodie bag yang isinya majalah Laiqa, dan hand and body lotion citra wakame. Most recommended pengajian deh. See you next month Insya Allah.