Monday, December 15, 2014

TERTIPU OKNUM "IMPRESS" MONEY CHANGER

Masih dalam rangka perjuangan memiliki rumah pertama, mulailah kami (saya dan suami), menguras harta benda kami *halah* buat prepare DP (down payment/uang muka) rumah. Beberapa lembar uang dolar USD pun turut di eksekusi. akhirnya kemarin malam sepulang kerja, mampirlah ke money changer tempat pertama beli uang dolar USD tersebut beberapa bulan lalu. Beberapa hal yang perlu saya share disini buat warning teman-teman yang mungkin someday akan berhubungan dengan per-money changer-an:

1. Selalu update kurs valas (mata uang asing) hari itu. Bisa lewat radio, media cetak, elektronik, maupun browsing internet. Kebetulan kemarin dalam perjalanan pulang saya dengar radio bahwa update kurs jual dolar USD 12.700. 

2. Pahami betul tujuan kita membeli valas. Apakah untuk sarana lindung nilai? (karena Dolar USD lebih stabil nilai tukarnya dibandingkan rupiah), untuk diferensiasi investasi kah? (ingat, jangan perah menaruh telur dalam 1 keranjang. Kalau punya uang sebaiknya jangan ditaruh di 1 tempat dalam artian, dipisah-pisah di beberapa sarana investasi, bisa masuk deposito, beli logam mulia, perhiasan emas, beli dolar, dan jangan lupa sisakan di tabungan untuk transaksional sehari-hari), atau memang beli dolar untuk spekulasi (ambil untung dari selisih harga beli dan harga jual dolar). Saya? Untuk berjaga-jaga. Pada saat itu kondisi Indonesia lagi tidak menentu pas rame-ramenya pemilu pilpres. Berkaca dari krismon yang sudah-sudah, bahkan adanya isu sanering (pemotongan nilai mata uang), saya memutuskan untuk memegang dolar USD.

3. Nah kembali ke cerita tukar uang di money changer samping carefour di Emporium Mall Pluit. Seperti biasa, pada saat awal pasti tanya kurs beli, ternyata 12.100. Tak lama kemudian ada orang yang nanya kurs jual. 13.000. Okey now we know how they take profit. Karena memang butuh pegang rupiah, saya tukarlah 7 lembar uang dolar USD saya, dengan pertimbangan harga beli dulu masi dibawah harga saya jual sekarang. At least saya tidak kena resiko nilai tukar. Selain bapak-bapak yang melayani berwajah jutek (ini orang yang sama yang jual dolar USD ke saya bulan kemarin-kemarin), dengan lempengnya dikeluarkanlah alat semacam money detector (hey, dulu pas saya beli dolar USD, dikemanain alat ini). Tiba-tiba ada 1 lembar yang dia tolak. What?!? Shocklah saya. Duit-duit dia sendiri yang kasi ke saya dulu, sekarang pas dijual lagi tidak bisa. Saya ngeyel bin keukeuh dong nunjukin amplop+kuitansi punya dia dulu pas saya beli dolar USD. Lengkap dengan tanggal, jam, ttd dia. Kalau mau cek CCTV pun ditanggal itu pasti ada wajah kami ter record transaksi disana. Dia dengan entengnya bilang 1 lembar dolar USD itu palsu. Mungkin kalau saya sedang syuting acara tv termehek-mehek, sudah saya siram air plus sedikit elusan 5 jari di pipi deh tu orang. Trust me, the worst feeling in the world is,,,,REALIZED THAT YOU ARE CHEATED. Astagfirullahhaladzim,,,

4. Terlepas rasa tidak rela dibohongi dan kerugian finansial, saya berharap semoga saya orang terakhir yang jadi korban oknum money changer nakal itu. Buat kalian yang berniat beli dolar, jangan terlena dengan money changer yang terlihat "profesional", berada didalam lingkungan pusat perbelanjaan, ingat, namanya oknum ada dimana-mana. Mungkin si pemilik money changer juga dirugikan oleh si oknum entahlah. Selanjutnya yang tidak kalah penting jika hendak beli dolar USD/ valas lain, MINTA SI PENJUAL UNTUK TES MONEY DETECTOR or at least disinar di bawah sinar UV yang berwarna ungu (biasanya digunakan juga di perbankan). Karena peraturan tidak tertulis di bisnis duit macam ini, sejak anda keluar pintu maka uang yang kita bawa sudah bukan tanggung jawab mereka lagi.

5. Kalau anda mau menukar dolar dalam jumlah besar, please lebih baik beli alat sinar UV, make sure rupiah yang diterima asli semua, tidak ada palsu yang terselip 1 pun. Dolar USD aja bisa dipalsukan apalagi rupiah. Fyi di perbankan, jika misalnya saya setor uang ke bank (menabung) dan didapati ternyata lembaran rupiah saya ada yang palsu, maka uang tersebut tidak dikembalikan ke orang yang membawa maupun masuk tabungan, tapi langsung dimusnahkan dan dilaporkan ke Bank Indonesia. Terbayang kan gimana nyeseknya kalau kita sudah susah payah bekerja dan hendak menabung tiba-tiba uang jutaan kita "dimusnahkan" begitu saja :(((

Be careful ladies, keep smart, and always pray to Allah for His protecting in every single day in our lifetime

No comments:

Post a Comment